Tampilkan postingan dengan label oli hidraulik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label oli hidraulik. Tampilkan semua postingan

Beberapa kriteria yang harus di perhatikan  pada oli hidrolik

  • Viskositas / Kekentalan yang sesuai dengan karakter mesin

Pemilihan viskositas yang tepat dapat mengacu pada kondisi yang seimbang. Hal ini disesuaikan dengan tingkat pelumasan dan system sealing, sehingga memberikan penyegelan yang baik pada aplikasi.
Tingkat viskositas yang tinggi dapat memberikan penyegelan yang baik dan pelumasan yang tepat, namun jangan sampai dapat menyebabkan penurunan tekanan yang signifikan, penurunan efisiensi sistem, atau konsumsi daya yang tinggi.
Viskositas adalah ukuran resistensi cairan untuk mengalir. Semakin tinggi viskositas, semakin besar pula perlawanan mengalirnya. Semakin rendah viskositas, semakin rendah resistensi / hambatan untuk mengalir.
Viskositas sebuah cairan atau pelumas dipengaruhi oleh suhu. Semakin naik suhu cairan itu, maka viskositas menurun. Sebaliknya, penurunan suhu cairan, viskositasnya meningkat.
Dengan dasar  itu sangat penting untuk memperhitungkan perubahan viskositas cairan hidrolik yang akan terjadi karena perubahan suhu oli hidrolik.
Produsen terkadang akan memberikan data viskositas oli pada beberapa suhu operasional. Maka teknisi aplikasi harus memperhatikan bagaimana kinerja optimal oli hidrolik tersebut pada suhu operasional aplikasi.
 Jika pada suhu operasional ternyata viskositasnya terlalu dapat menyebabkankebocoran pada sistem, peningkatan keausan, mengurangi pompa efisiensi, kurangnya kontrol positif, dan hilangnya tekanan. Namun jika pada suhu operasional, oli hidrolik memiliki viskositas terlalu tinggi akan menyebabkan system jadi berat, kinerja lamban, efisiensi pompa rendah, konsumsi energy yang boros dan peningkatan suhu operasi.
Perbedaan oli hidraulik oli mesin Klik Disini
Fungsi Oli Hidrolik Klik DISINI
pengertian viskositas dan pour point Klik Disini

  • Kualitas  pelumasan yang baik
  • Tingkat pelumasan adalah ukuran kemampuan cairan untuk membawa beban yang tinggi dengan tetap menjaga tingkat gesekan yang rendah. Banyak faktor yang mempengaruhi pelumasan cairan, termasuk viskositasnya.
Secara umum, lebih tinggi viskositas sebuah pelumas, kemampuan beban dayanya juga lebih besar. Namun, banyak faktor lain mempengaruhi pelumas dalam kemampuannya membawa beban. Untuk alasan praktis ini, kita hanya akan mengacu pada faktor-faktor ini sebagai alat bantu pelumasan. Semakin baik tingkat pelumasan, kinerja sistem operasi dapat meningkat.
Sistem aplikasi hidrolik yang beroperasi pada tekanan tinggi, misalnya lebih besar dari beberapa ratus PSI (pound per square inch) membutuhkan penggabungan additive oli yang efektif pada anti aus dan anti pressure untuk menjaga ketahanan gesekan dan kinerja yang optimal.

  • Viskositas indeks yang tinggi

Viskositas ideks merupakan ukuran tingkat perubahan viskositas sebuah pelumas sebagai dampak dari perubahan suhu terjadi. Semakin tinggi viskositas indeks, maka semakin baik dalam konsistensi viskositasnya sehingga tidak mengalami perubahan viskositas yang drastis saat perubahan suhu yang ekstrim. Viscosity Index menjadi faktor penting dalam kinerja cairan hidrolik ketika ada fluktuasi suhu dalam pelumas.

  • Kompatibel dengan sistem

Kompatibilitas dari pelumas hidrolik dengan komponen sistem sangat penting. Pelumas hidrolik dapat bereaksi terhadap material konstruksi aplikasi dan harus kompatibel dengan system seal. Karena beberapa material seal tidak kompatibel dengan type pelumas.

CV.Surya Gemilangf Mandiri
Tlp/WA: 087796403692
Email : suryagemilangmandiri@yahoo.com

CV.SURYA GEMILANG MANDIRI

PERTAMINA MESRAN SUPER SAE 20W-50 is especiallydesigned from High Viscosity Index base oil withselected additives which needed lubricating gasolineengines which require API SG/CD lubricant.
PERFORMANCE LEVELS
MESRAN SUPER SAE 20W-50
 complies with therequirement of API SG/CD and JASO MA.
APPLICATIONS
MESRAN SUPER SAE 20W-50 
lubricating oil is par ticulary best-suited for cars and motorcycles manufactured in the 90’s requiring oils of highperformance qualifications. This lubricant is alsorecomended for lubricating two stroke motorcycletransmission system.

pertamina lubricant mesran super 20w50

MESRAN SUPER SAE 20W-50


Jual oli Pertamina Meditran S40,MESRAN SUPER 20W-50 adalah pelumas mesin kualitas premium yang diformulasikan dari bahan dasar sintetik dan aditif pilihan dengan tingkat unjuk kerja tertinggi API Service Category; SN/CF.

Agen oli pertamina mesran super 20w50

MESRAN SUPER 20W-50 adalah pelumas mesin kualitas premium yang diformulasikan dari bahan dasar sintetik dan aditif pilihan dengan tingkat unjuk kerja tertinggi API Service Category; SN/CF.


TINGKATAN MUTU
MESRAN       SUPER       20W-50       memenuhi persyaratan API SG/CD dan JASO MA.


PENGGUNAAN
MESRAN SUPER 20W-50 adalah oli yang dianjurkan untuk digunakan pada mesin kendaraan dan sepeda motor yang diproduksi dalam tahun 90-an yang membutuhkan pelumas dengan kualifikasi kinerja yang tinggi. Pelumas ini juga cocok untuk melumasi sistem transmisi sepeda motor 2 Tak.

KESEHATAN & KESELAMATAN
Silahkan menghubungi Kantor Pusat Pemasaran Pelumas kami,
Telp. : 62-21 3190 7190-95. Fax : 62-21 3148884/601
untuk mendapatkan Material Safety Data Sheet
sebagai informasi perlindungan Kesehatan & Keselamatan di tempat kerja.


Distributor oli pertamina meditran SX 15W40DISTRIBUTOR OLI JUAL OLI PERTAMINA  MESRAN SUPER SAE 20W50
 TLP/WA: 081388818199

CV.Surya gemilang Mandiri merupakan distributor / Agen oli khususnya oli untuk industri dan kapal,kami menyediakan berbagai merk dan tipe terlengkap untuk keperluan industri dan kapal seperti engine oil,diesel oil,hidraulik oil dan lain-lain,kami juga menyediakan oli untuk alat berat,oli untuk hidraulik,oli gear box,oli boiler /Heat Transfer Oil,oli genset,Oli diesel dan lain-lain.

Dalam usahanya kami mengutamakan kepuasan pelanggan dengan memberikan kualitas terbaik dengan harga yang kompetitif.kami juga menyediakan berbagai tipe dan brand yang lengkap untuk memenuhi butuhkan industri dan kapal seperti Oli Shell,Oli Pertamina,Oli Total Oli Dupersol,Oli Petroasia Oli devas dan lain-lain.

Untuk info lebih lanjut bisa menghubungi kami di:
Tlp / Whatsapp: 087796403692
Email: suryagemilangmandiri@yahoo.com

Hidraulic Hose Pada Alat Berat


Hydraulic Hose Pada Alat Berat

Hydraulic Hose atau slang hidrolik adalah salah satu komponen system hidrolik pada unit alat berat yang berfungsi sebagai penghantar oli hidrolik sesuai dengan tekanan yang diperlukan keseluruh bagian Unit untuk menggerakkan actuator. Lamanya pemakaian hidrolik Hose dipengaruhi oleh cuaca, sinar matahari, bahan-bahan kimia, kondisi pengoperasian atau kesalahan selama pengoperasian atau dalam hal penyimpanan.
PELUMAS HIDRAULIK SHELL

Hose terdiri dari lapisan-lapisan empat komponen utama, yaitu inner tube, wire cushion, reinforcement layer dan cover. Lapisan dalam disebut inner tube atau layer berfungsi untuk membawa dan tempat mengalirnya fluida.

system hidraulik alat berat klik DISINI

 Lapisan kedua adalah lapisan penguat (reinforcement layer) yang berfungsi untuk memberikan kekuatan pada hose. Lapisan penguat dapat terbuat dari kapas, material sintetis atau kawat. Kapas dan bahan sintetis biasanya dianyam, sedangkan kawat dapat dianyam atau dibelit secara spiral. Beberapa hose mempunyai banyak lapisan yang diperkuat dengan menggunakan bahan-bahan yang berbeda yang terdiri dari kapas dan kawat.

Lapisan ketiga adalah cushion, cushion berfungsi sebagai lapisan yang mengurangi gesekan. Lapisan cushion mengurangi kemungkinan kawat menjadi kaku yang dapat menyebabkan kerusakan-kerusakan lubang pin pada inner tube.

Lapisan akhir adalah penutup atau cover. Penutup atau cover ini berfungsi melindungi hose dari kerusakan dari luar dan lingkungan atau cuaca,  Penutup terbuat dari kawat baja, plastik atau kain.

 Tips Pemasangan Hidraulic Hose
Ada beberapa tips cara pemasangan hidraulic hose yaitu :
1. Pemasangan hose jangan terlalu tegang karena hose di pengaruhi oleh suhu, tekanan, aliran dan kontraksi dari luar, yang bisa mengakibatkan hose rusak/bocor.
2. Radius bengkokan slang hidrolik jangan terlalu kecil karena mengakibatkan aliran turbulen karena membentuk sudut yang kecil.

3. Dalam pemasangannya, slang hidrolik tidak boleh terlalu tegang harus di beri celah, agar hose ada tempat untuk mengembang pada waktu suhu tinggi, dan ada ruang untuk hose menyusut pada suhu rendah.

4. Ikat atau pasang clem pada slang hidrolik yang sudah terpasang agar slang tidak  tersentak dan bergerak bila mendapat beban yang tinggi.

Persyaratan penggantian hose hidraulic
Ketika mengganti sebuah hose, hose yang baru harus memenuhi beberapa kondisi. Kondisi-kondisi ini meliputi ukuran hose, pressure kerja maksimum, rentang temperatur operasi, kompatibilitas fluida, radius bengkokan maksimum, dan kondisi-kondisi lingkungan. Hose yang baru harus memenuhi bahkan boleh melebihi spesifikasi yang hose yang lama.

Hose yang baru harus memiliki ukuran yang sama dengan hose yang lama agar dapat beroperasi dalam sistem hidrolik sesuai spesifikasi rancangan. Hose-hose yang lebih kecil dapat mengendalikan aliran yang kecil dan hose yang lebih besar dapat mengendalikan aliran yang lebih besar. Apabila hose terlalu kecil maka ia dapat mengurangi kapasitas aliran sehingga meningkatkan temperatur dalam sistem hidrolik. Begitu juga hose yang terlalu besar dapat memperlambat respon waktu sistem.

Sistem-sistem hidrolik dirancang untuk beroperasi pada pressure yang spesifik. Hose harus dapat bertahan terhadap pressure yang konstan dan pressure kejut. Menggunakan hose yang baru di atas pressure kerja maksimum hose yang lama akan meningkatkan potensi bagi kerusakan. Pressure kerja maksimum sama dengan ¼ kali pressure burst (ledakan) minimum.

Tube bagian dalam dari hose memiliki suatu rentang frekuensi yang tetap dimana ia harus bekerja dan hanya dapat mengalirkan fluida yang spesifik. Liner-liner dari hose-hose yang berbeda seringkali juga terbuat dari bahan-bahan yang berbeda pula. Menggunakan hose di luar rentang temperatur spesifiknya atau menggunakan fluida yang tidak cocok akan mengurangi umur pemakaian hose.

Radius bengkokan minimum hose mengacu pada bengkokan yang terbesar yang dapat diperbolehkan pada saat penggunaan. Jika dibengkokkan lebih jauh, hose dapat rusak (atau kaku) dan dapat mengurangi umur pemakaian. Konstruksi hose adalah faktor utama yang mempengaruhi radius bengkokan minimum. Radius bengkokan minimum akan menimbulkan masalah besar jika hose itu pendek.

Faktor yang terakhir adalah kondisi-kondisi lingkungan dimana hose itu akan digunakan. Bahan untuk cover hose dirancang agar dapat digunakan dalam aplikasi-aplikasi tertentu. Memaparkan hose pada temperatur yang tinggi  atau dalam kondisi-kondisi sekitar yang keras, diluar disain operasi dapat menyebabkan kerusakan hose lebih awal.

Hose sebaiknya diganti jika sudah terpelintir, kaku, pecah, atau penyok.

Hydraulyc Control Valve Pada Alat Berat


Hidraulic control valve adalah salah satu komponen system hydraulic  yang berfungsi untuk menaikkan tekanan, mengatur jumlah dan arah aliran oli yang diisap hydraulic pump dari hydraulic tank untuk mengoperasikan unit alat berat.  Berdasarkan fungsinya hydraulic control valve terbagi atas 3 macam yaitu pressure control valve, directional control valve, dan flow control valve.
baca juga pengertian oli hidraulik

1. Pressure Control Valve (Katup Pengontrol Tekanan)
Pressure control valve adalah jenis katup dalam system hidrolik yang berfungsi untuk mengontrol tekanan dengan cara mengembalikan semua atau sebagian oli ke tangki apabila tekanan dalam system hidrolik batas tekanan yang telah diatur. Pressure control valve terbagi atas 3 jenis yaitu tipe poppet, tipe pilot, dan tipe piston.
Tipe Poppet
Kontruksinya terdiri dari valve, spring dan andjusting screw beserta shim/nut.

Tipe Piston
Kontruksi pressure control valve tipe piston dapat dilihat pada gambar di bawah ini.
Tipe Pilot
Kontruksi dari tipe pilot ini dapat dilihat gambar dibawah ini.

Pressure ControlValve, juga dikenal dengan nama relief valve. Fungsi relief valve adalah untuk memberi perlindungan atau membatasi tekanan maksimum kepada sistem hidrolik sehingga komponen sistem tidak mengalami malfungsi, macet atau terbakar dan line / hose tidak terbakar atau bocor pada persambungan. Relief valve ini menjalankan fungsinya dengan cara memberikan jalan bagi zat cair sistem untuk dibelokkan ke reservoir ketika pengaturan tekanan valve telah dicapai.

Bukaan dari relief valve ini dicapai ketika tekanan zat cair pada sistem telah melebihi pengaturan oleh kekuatan spring pada relief valve. Spring yang menahan relief valve berada pada posisi tertutup / close.

 Ketika tekanan zat cair naik mencapai tingkat yang melebihi kekuatan spring, maka relief valve akan membuka dan membuka aliran ke reservoir. Inilah yang dimaksud dengan relief, atau membatasi, yaitu melepaskan tekanan zat cair dalam sistem menurut nilai kekuatan spring dalam relief valve.

2. Flow Control Valve (Katup Pengontrol Aliran)

Flow control valve adalah katup yang berfungsi mengatur aliran oli yang masuk ke komponen actuator. Berbagai jenis katup yang termasuk ke dalamn jenis flow control valve antara lain throttle valve, vacuum valve, flow chek valve, demand valve, dan quick drop valve.

Thottle valve, berfungsi untuk mengalirkan oli ke dua arah yang arah aliran kembali diperkecil, sehingga volume oli yang mengalir menjadi kecil. Throttle valve banyak digunakan pada lift silinder.

Vacuum valve, berfungsi untuk mencegah kevakuman di dalam system hidrolik. Biasanya terletak antara actuator dan control valve. Nama lain vacuum valve adalah suction valve, intake valve, suction return valve, atau antivoid valve.


Flow chek valve atau flow reducing valve, berfungsi untuk mengurangi jumlah oli yang mengalir ke actuator sehingga gerakan actuator menjadi lambat sesuai dengan beban. Contoh pemakian flow reducing valve ialah pada tilt silinder pada bulldozer.




Flow Divider Valve, berfungsi untuk membagi aliran oli dari pompa menjadi dua aliran dimana yang salah satu alirannya adalah konstan. Contoh pemakaian flow divinder ini ialah pada motor grader. Konstrusinya terlihat pada gambar dibawah ni.

Demand Valve, berfungsi untuk menjaga aliran oli yang mengalir ke system steering selalu konstan. Demand valve banyak digunakan  pada wheel loader dan dump truck.


Quick Drop Valve, berfungsi untuk mempercepat penurunan blade pada waktu control valve pada posisi lower, dimana oli dari sisi cylinder head dialirkan ke bottom cylinder. Contoh pemakaian katup ini adalah  pada lift silinder (bulldozer).


3. Directional Control Valve (Katup Pengontrol Arah aliran)

Directional Control Valve berfungsi untuk mengontrol atau mengatur arah gerakan aktuator dengan merubah arah aliran oli atau memutuskan aliran oli.
Contoh directional control valve yaitu :
katup 3/2, penggerak manual/lever.




Katup pengarah di bawah ini disebut katup 3/2, penggerak manual/lever.
Artinya pada katup ini terdapat 3 (tiga) saluran (lubang), mempunyai dua posisi yaitu posisi netral (sebelum dioperasikan) dan posisi ON setelah dioperasikan untuk menggerakkan aktuator. Katup ini beroperasinya digerakkan secara manual oleh tuas atau lever.

Katup 4/3, penggerak lever dengan penahan.(4/3, DCV, manually with detent
Saluran-salurannya atau lubang (port) diberi nama sebagai berikut:
·         Saluran P atau 1 adalah saluran masuk yaitu cairan hidrolik dari pompa
masuk ke katup .
·         Saluran A dan B atau 2 dan 4 adalah saluran operasional yang
menghubungkan katup ke/dari aktuator.
·         Saluran T atau 3 adalah saluran buang yang menghubungkan katup
dengan tangki hidrolik. Pada katup ini posisi netral adalah posisi tengah.

Air Pilot-Actuated, Three-Position, Spring-Centered, Four-Way Valve



Single Solenoid-Actuated, Four-Way, Two-Position, Spring Offset DCV


CHECK VALVE
check valve ini memungkinkan aliran oli dalam satu arah, namun mencegah aliran oli dari arah yang sebaliknya. Check valve ini sering disebut sebagai check valve satu arah / one way.


Jenis katup kontrol multiple directional
Katup kontrol multiple directional diklasifikasikan ke dalam tiga jenis, yakni rangkaian paralel, seri dan tandem.
Rangkaian Paralel
Rangkaian paralel adalah suatu rangkaian dimana port katup pengubah multiple tekanan dihubungkan secara paralel. Walaupun katup dapat dioperasikan secara simultan, namun aktuator tekanan beban yang lebih kecil yang akan pertama kali beroperasi karena oli mengalir ke dalam aktuator tekanan beban yang lebih kecil. Oleh karena itu, apabila terjadi fluktuasi beban, maka aktuator yang tidak diharapkan bisa beroperasi. Selanjutnya, dalam hal ini, tekanan oli yang dibangkitkan oleh beban berat dapat mengalir kembali dan mengoperasikan aktuator, dan perlu diberikan check valve beban untuk menghindari insiden ini.

Rangkaian tandem
Rangkaian tandem tidak dapat mengoperasikan aktuator multiple secara simultan. Bahkan apabila aktuator multiple dioperasikan secara simultan, karena oli yang mengalir mengoperasikan aktuator pada pompa ke arah upstream dan kembali ke tangki, maka aktuator pada pompa ke arah downstream tidak dapat beroperasi. Apabila perlu mengoperasikan secara simultan dengan menggunakan semua alat, maka torak pipa yang ke arah upstream akan dirubah sedikit ke posisi netral dari posisi naik dan turun untuk mengalirkan oli ke torak pipa yang mengarah kebawah dan pada saat yang sama torak pipa ke hilir akan dipasang pada posisi naik dan turun. Sehingga kemungkinan dua silinder bisa beroperasi secara simultan.


Rangkaian seri
Rangkaian seri adalah suatu rangkaian dimana oli pembalik dari actuator upstream mengalir ke dalam port aktuator downstream pompa dan terus mengoperasikan aktuator ini. Oleh karena itu, memungkinkan untuk mengoperasikan lebih dari dua aktuator yang terlepas dari beban yang terpakai. Namun demikian, rangkaian ini tidak beroperasi kecuali jika total tekanan operasi pada operasi simultan tidak berada dibawah tekanan katup relif utama yang telah ditentukan.

Hydraulyc Control Valve Pada Alat Berat


Hidraulic control valve adalah salah satu komponen system hydraulic  yang berfungsi untuk menaikkan tekanan, mengatur jumlah dan arah aliran oli yang diisap hydraulic pump dari hydraulic tank untuk mengoperasikan unit alat berat.  Berdasarkan fungsinya hydraulic control valve terbagi atas 3 macam yaitu pressure control valve, directional control valve, dan flow control valve.

1. Pressure Control Valve (Katup Pengontrol Tekanan)
Pressure control valve adalah jenis katup dalam system hidrolik yang berfungsi untuk mengontrol tekanan dengan cara mengembalikan semua atau sebagian oli ke tangki apabila tekanan dalam system hidrolik batas tekanan yang telah diatur. Pressure control valve terbagi atas 3 jenis yaitu tipe poppet, tipe pilot, dan tipe piston.
Tipe Poppet
Kontruksinya terdiri dari valve, spring dan andjusting screw beserta shim/nut.

Tipe Piston
Kontruksi pressure control valve tipe piston dapat dilihat pada gambar di bawah ini.
Tipe Pilot
Kontruksi dari tipe pilot ini dapat dilihat gambar dibawah ini.

Pressure ControlValve, juga dikenal dengan nama relief valve. Fungsi relief valve adalah untuk memberi perlindungan atau membatasi tekanan maksimum kepada sistem hidrolik sehingga komponen sistem tidak mengalami malfungsi, macet atau terbakar dan line / hose tidak terbakar atau bocor pada persambungan. Relief valve ini menjalankan fungsinya dengan cara memberikan jalan bagi zat cair sistem untuk dibelokkan ke reservoir ketika pengaturan tekanan valve telah dicapai.

Bukaan dari relief valve ini dicapai ketika tekanan zat cair pada sistem telah melebihi pengaturan oleh kekuatan spring pada relief valve. Spring yang menahan relief valve berada pada posisi tertutup / close.

 Ketika tekanan zat cair naik mencapai tingkat yang melebihi kekuatan spring, maka relief valve akan membuka dan membuka aliran ke reservoir. Inilah yang dimaksud dengan relief, atau membatasi, yaitu melepaskan tekanan zat cair dalam sistem menurut nilai kekuatan spring dalam relief valve.

2. Flow Control Valve (Katup Pengontrol Aliran)

Flow control valve adalah katup yang berfungsi mengatur aliran oli yang masuk ke komponen actuator. Berbagai jenis katup yang termasuk ke dalamn jenis flow control valve antara lain throttle valve, vacuum valve, flow chek valve, demand valve, dan quick drop valve.

Thottle valve, berfungsi untuk mengalirkan oli ke dua arah yang arah aliran kembali diperkecil, sehingga volume oli yang mengalir menjadi kecil. Throttle valve banyak digunakan pada lift silinder.

Vacuum valve, berfungsi untuk mencegah kevakuman di dalam system hidrolik. Biasanya terletak antara actuator dan control valve. Nama lain vacuum valve adalah suction valve, intake valve, suction return valve, atau antivoid valve.


Flow chek valve atau flow reducing valve, berfungsi untuk mengurangi jumlah oli yang mengalir ke actuator sehingga gerakan actuator menjadi lambat sesuai dengan beban. Contoh pemakian flow reducing valve ialah pada tilt silinder pada bulldozer.




Flow Divider Valve, berfungsi untuk membagi aliran oli dari pompa menjadi dua aliran dimana yang salah satu alirannya adalah konstan. Contoh pemakaian flow divinder ini ialah pada motor grader. Konstrusinya terlihat pada gambar dibawah ni.

Demand Valve, berfungsi untuk menjaga aliran oli yang mengalir ke system steering selalu konstan. Demand valve banyak digunakan  pada wheel loader dan dump truck.


Quick Drop Valve, berfungsi untuk mempercepat penurunan blade pada waktu control valve pada posisi lower, dimana oli dari sisi cylinder head dialirkan ke bottom cylinder. Contoh pemakaian katup ini adalah  pada lift silinder (bulldozer).


3. Directional Control Valve (Katup Pengontrol Arah aliran)

Directional Control Valve berfungsi untuk mengontrol atau mengatur arah gerakan aktuator dengan merubah arah aliran oli atau memutuskan aliran oli.
Contoh directional control valve yaitu :
katup 3/2, penggerak manual/lever.




Katup pengarah di bawah ini disebut katup 3/2, penggerak manual/lever.
Artinya pada katup ini terdapat 3 (tiga) saluran (lubang), mempunyai dua posisi yaitu posisi netral (sebelum dioperasikan) dan posisi ON setelah dioperasikan untuk menggerakkan aktuator. Katup ini beroperasinya digerakkan secara manual oleh tuas atau lever.

Katup 4/3, penggerak lever dengan penahan.(4/3, DCV, manually with detent
Saluran-salurannya atau lubang (port) diberi nama sebagai berikut:
·         Saluran P atau 1 adalah saluran masuk yaitu cairan hidrolik dari pompa
masuk ke katup .
·         Saluran A dan B atau 2 dan 4 adalah saluran operasional yang
menghubungkan katup ke/dari aktuator.
·         Saluran T atau 3 adalah saluran buang yang menghubungkan katup
dengan tangki hidrolik. Pada katup ini posisi netral adalah posisi tengah.

Air Pilot-Actuated, Three-Position, Spring-Centered, Four-Way Valve



Single Solenoid-Actuated, Four-Way, Two-Position, Spring Offset DCV


CHECK VALVE
check valve ini memungkinkan aliran oli dalam satu arah, namun mencegah aliran oli dari arah yang sebaliknya. Check valve ini sering disebut sebagai check valve satu arah / one way.


Jenis katup kontrol multiple directional
Katup kontrol multiple directional diklasifikasikan ke dalam tiga jenis, yakni rangkaian paralel, seri dan tandem.
Rangkaian Paralel
Rangkaian paralel adalah suatu rangkaian dimana port katup pengubah multiple tekanan dihubungkan secara paralel. Walaupun katup dapat dioperasikan secara simultan, namun aktuator tekanan beban yang lebih kecil yang akan pertama kali beroperasi karena oli mengalir ke dalam aktuator tekanan beban yang lebih kecil. Oleh karena itu, apabila terjadi fluktuasi beban, maka aktuator yang tidak diharapkan bisa beroperasi. Selanjutnya, dalam hal ini, tekanan oli yang dibangkitkan oleh beban berat dapat mengalir kembali dan mengoperasikan aktuator, dan perlu diberikan check valve beban untuk menghindari insiden ini.

Rangkaian tandem
Rangkaian tandem tidak dapat mengoperasikan aktuator multiple secara simultan. Bahkan apabila aktuator multiple dioperasikan secara simultan, karena oli yang mengalir mengoperasikan aktuator pada pompa ke arah upstream dan kembali ke tangki, maka aktuator pada pompa ke arah downstream tidak dapat beroperasi. Apabila perlu mengoperasikan secara simultan dengan menggunakan semua alat, maka torak pipa yang ke arah upstream akan dirubah sedikit ke posisi netral dari posisi naik dan turun untuk mengalirkan oli ke torak pipa yang mengarah kebawah dan pada saat yang sama torak pipa ke hilir akan dipasang pada posisi naik dan turun. Sehingga kemungkinan dua silinder bisa beroperasi secara simultan.


Rangkaian seri
Rangkaian seri adalah suatu rangkaian dimana oli pembalik dari actuator upstream mengalir ke dalam port aktuator downstream pompa dan terus mengoperasikan aktuator ini. Oleh karena itu, memungkinkan untuk mengoperasikan lebih dari dua aktuator yang terlepas dari beban yang terpakai. Namun demikian, rangkaian ini tidak beroperasi kecuali jika total tekanan operasi pada operasi simultan tidak berada dibawah tekanan katup relif utama yang telah ditentukan.
CV.Surya Gemilang Mandiri merupakan distributor dan agen oli hidraulik berbagai merk seperti shell total pertamina dll.
Info lebih lanjut hubungi:
Saputra
Tlp / WA 085226231890
Email: suryagemilangmandiri@yahoo.com


Kode Produk

PERTAMINA
Tanggal Pembuatan :  Sept 2006

313

Direktorat Hilir - Bidang Pemasaran dan Niaga
Tanggal Revisi
: 20/07/2006








LEMBAR DATA KESELAMATAN BAHAN




(MATERIAL SAFETY DATA SHEET)







1.  PRODUK DAN IDENTITAS PERUSAHAAN



NAMA PRODUK
: TURALIK 52



PRODUSEN
: PERTAMINA





Jalan Perwira No. 4





Jakarta Pusat Kode Pos 10110





Telepon : 021-3815509,  Faksimili : 3455344


Nomor Telepon Keadaan Darurat dalam 24 Jam : 021-3816732
Nomor Telepon Informasi LDKB / MSDS
: 021-3815578


2.  KOMPOSISI / INFORMASI KANDUNGAN BAHAN
Nama Kimia Dan Sinonim
: petroleum Hidrokarbon dan aditif
Kandungan Bahan-bahan berbahaya terhadap kesehatan            :
Produk ini tidak mengandung bahan-bahan yang berbahaya bagi kesehatan sesuai dengan ketentuan dari European Union Dangerous Substances / Preparations Directive. Lihat 15 untuk peraturan mengenai analisis bahan. Lihat bagian 8 untuk batas pemaparan (jika ada).

3.    PENGENALAN BAHAYA

Standar Komunikasi Bahaya   :

Efek Pemaparan                         : Tidak ada pengaruh yang berarti
Data Tanggap Darurat               : Cairan berwarna coklat gelap


4.    TATA CARA PERTOLONGAN PERTAMA

Kontak Mata
: Bilas dengan air sebanyak-banyaknya minimum selama ± 15menit. Jika terjadi iritasi,
hubungi dokter.

Kontak Kulit
: Cucilah bagian kulit yang terkena dengan air dan sabun. Lepaskan pakaian yang tercemar.
Terhirup
: Diperkirakan tidak akan menimbulkan masalah. Bawa korban ke udara segar bila terdapat
efek yang membahayakan

Tertelan
: Jika tertelan
lebih dari ½ liter, berikan 1 sampai 2 gelas air, dan hubungi dokter, unit gawat
darurat atau pusat pengawasan bahaya. Jangan berikan sesuatu melalui mulut yang dapat mengakibatkan
muntah atau rasa mual.


5.  TATA CARA PENANGGULANGAN KEBAKARAN
Media Pemadam Kebakaran
: Karbon dioksida, foam, dry chemical dan water fog
Prosedur Khusus Pemadam Kebakaran : Air atau foam dapat menyebabkan buih. Siramlah wadah yang ada dengan air untuk menjaga agar wadah tersebut tetap dingin. Lakukan penyiraman dengan air untuk menghilangkan tumpahan. Jangan membuang sisa tumpahan ke dalam saluran air, selokan atau ke lokasi sumber air bersih (air minum).
Alat Pelindung Khusus                   :  Operator  pemadam  kebakaran        harus  menggunakan  Self  Contained
Breathing Aparatus (SCBA)
Bahaya Ledakan Dan Kebakaran Lain  : Tidak ada
Titik Nyala °C                                  : 236 (ASTM D-92)
Flammable limits – LEL                : tidak ada
UEL                : tidak ada
NFPA Hazard ID                             : Kesehatan : 0, Flammability : 1, Reaktivitas : 0
Dekomposisi Bahan Berbahaya : Karbon Monoksida. Oksida logam. Oksida unsur.



6.       TATA CARA PENANGGULANGAN TUMPAHAN DAN KEBOCORAN

Turalik 52
1 of 4


Kode Produk

PERTAMINA
Tanggal Pembuatan :  Sept 2006

313

Direktorat Hilir - Bidang Pemasaran dan Niaga
Tanggal Revisi
: 20/07/2006




Catatan Prosedur
:  Laporkan terjadinya tumpahan sesuai dengan sistim dan prosedur yang
telah ditentukan. Jika terjadi tumpahan yang diperkirakan dapat memasuki saluran air ataupun daerah aliran sungai, segera laporkan kepada petugas yang berwenang.

Prosedur Kebocoran atau Tumpahan : Lakukan penyerapan tumpahan dengan serbuk gergaji, tanah lempung, dan bahan bahan penghambat kebakaran lainnya. Bersihkan dan buanglah pada tempat pembuangan yang telah ditentukan.

Pencegahan terhadap lingkungan       : Cegahlah tumpahan agar tidak masuk ke dalam selokan, saluran

pembuangan limbah serta ke dalam tanah.

Pencegahan Orang                                  : Lihat bagian 8.


7.       PENANGANAN DAN PENYIMPANAN

Penanganan       :  Tidak diperlukan tindakan khusus. Lihat bagian 8 untuk saran penggunaan alat pelindung

diri pada saat menangani produk ini. Suhu penanganan tidak boleh > 60°C.
Penyimpanan    :     Jangan disimpan pada wadah yang terbuka atau wadah tanpa label. Jauhkan dari bahan
oksidator atau bahan yang mudah terbakar. Dapat menimbulkan bau dan gas toksik bila disimpan pada temperatur > 45°C pada waktu yang lama. lengkapi tangki penyimpanan dengan high level alarm dan secondary containment.


8.       PENGENDALIAN PEMAPARAN / PERLINDUNGAN DIRI



Ventilasi
: Secara umum tidak diperlukan ketentuan khusus untuk pengaturan ventilasi pada



keadaan biasa.








Perlindungan pernapasan
: Gunakan full face respirator dengan organic vapor cartridge. Gunakan breathing



aparatus pada ruang tertutup







Perlindungan mata
: Gunakan alat pelindung mata.




Perlindungan kulit
: Gunakan neopronegloves





Batas paparan
: Produk ini tidak mengandung bahan-bahan yang telah diketahui memiliki nilai



ambang batas pemaparan. Namun demikian dapat digunakan Nilai Ambang Batas (OSHA PE) dari uapnya



yaitu 5.00 mg/m3 dan ACGIH STEL 10mg/m3.




















9.
DATA FISIK DAN KIMIAWI







ISO Viscosity Grade

:
65.54

(ASTM D-445)



Kinematic Viscosity at 40°C, cSt
:




100°C, cSt
:
8.47

(ASTM D-445)



Viscosity Index

:
101

(ASTM D-2270)



Specific Gravity, 15/4°C

:
0.885

(ASTM D-4052)



Colour ASTM

:
L 1.0

(ASTM D-1500)



Flash Point (COC), °C

:
236

(ASTM D-92)



Pour Point, °C

:
- 30

(ASTM D-97)



Total Base Number, mgKOH/g
:
-

(ASTM D-2896)









10.
STABILITAS DAN REAKTIVITAS







Stabilitas (thermal,light, etc)


:
Stabil



Keadaan / Situasi Yang Harus Dihindari


:
Panas tinggi



Ketidaksesuaian (Bahan Yang Harus Dihindari)
:
Oksida kuat dan asam kuat



Dekomposisi



:
Karbon monoksida. Oksida logam. Oksida unsur.

















Turalik 52                                                                                                                                                                                   


Kode Produk


PERTAMINA

Tanggal Pembuatan :  Sept 2006

313

Direktorat Hilir - Bidang Pemasaran dan Niaga
Tanggal Revisi
: 20/07/2006







11. DATA TOKSIKOLOGI





----------------

TOKSIKOLOGI AKUT -----------------



Toksisitas oral (Tikus)
: Non-toksik (LD 50: lebih besar dari 2000-5000 mg/kg). --------
Berdasarkan

uji terhadap bahan maupun komponen yang serupa.



Toksisitas kulit (Kelinci)
: Non-toksik (LD 50: lebih besar dari 2000 mg/kg). --------
Berdasarkan uji

terhadap bahan maupun komponen yang serupa.



Toksisitas penghirupan (Tikus)
: Non-toksik --------
Berdasarkan uji terhadap bahan maupun komponen yang

serupa.






Iritasi mata

: Non-iritasi -------
Berdasarkan uji terhadap bahan maupun komponen yang

serupa.






Iritasi kulit (Kelinci)
: Non-iritasi (Primary Irritation Index : lebih  besar dari 0.5, namun lebih dari

3) -------

Berdasarkan uji terhadap bahan maupun komponen yang serupa.


Data Toksisitas Akut lain
:  hasil  toksikologi  akut  menunjukkan  tidak  ada  pengaruh  akut  melalui

pernafasan, pada saat diuji menggunakan oil mist maupun uapnya.



---------------- TOKSIKOLOGI REPRODUKSI -----------------

Tidak ada data yang menunjukkan kandungan bahan > 1% bersifat mutagenik, teratogenik atau menggangu fungsi reproduksi.

---------------- TOKSIKOLOGI KRONIK -----------------

Tidak ada data yang menunjukkan kandungan bahan > 1%, dapat membahayakan kesehatan

---------------- DATA TOKSIKOLOGI LAIN -----------------

Tidak bersifat karsinogenik menurut IARC, tidak ada pengaruh membahayakan terhadap efek teratogenis pada tikus.



12.    INFORMASI EKOLOGI

Pengaruh dan kerusakan terhadap lingkungan : Non-toksik ----- Berdasarkan uji terhadap bahan serupa.



13.    PERTIMBANGAN-PERTIMBANGAN PEMBUANGAN (DISPOSAL CONSIDERATIONS) Tidak dinyatakan sebagai limbah B3 menurut RCRA Reg. 40 CFR 261.


14.    INFORMASI TRANSPORTASI

USA DOT
:   Tidak diatur USA DOT
RID/ADR
:
Tidak diatur RID/ADR
IMO
:
Tidak diatur IMO
IATA
:
Tidak diatur IATA
















Turalik 52                                                                                                                                                                                  


Kode Produk
PERTAMINA
Tanggal Pembuatan :
Sept 2006
313
Direktorat Hilir - Bidang Pemasaran dan Niaga
Tanggal Revisi
:
20/07/2006

15.    INFORMASI PERATURAN-PERATURAN

Berdasar U.S. Superfund Amendment dan Reauthorization Act (SARA) produk ini tidak mengandung

”BAHAN-BAHAN YANG EXTREMELY HAZARDOUS”.
SARA (313) REPORTABLE HAZARD CATEGORIES : Tidak mengandung >1% daftar bahan B3. Produk ini mengandung bahan kimia berikut :
NAMA KIMIA
% berat
Zinc alkyldithiophosphate
0.51%
Calcium Sulfonate
0.04%
Phenol
0.002%



16.    INFORMASI LAIN-LAIN

Kondisi dan kesesuaian produk untuk penggunaan tertentu diluar jaminan perusahaan; semua resiko penggunaan produk ditanggung oleh pengguna. Tanda peringatan dan prosedur penanganan produk ini harus dimiliki oleh pengguna dan petugas yang menangani produk ini. Dilarang untuk mengganti dokumen ini, kecuali dengan persetujuan secara hukum.


















































Turalik 52                                                                                                                                                                                   4 of 4


produk

Popular Posts