Beberapa kriteria yang harus di perhatikan  pada oli hidrolik

  • Viskositas / Kekentalan yang sesuai dengan karakter mesin

Pemilihan viskositas yang tepat dapat mengacu pada kondisi yang seimbang. Hal ini disesuaikan dengan tingkat pelumasan dan system sealing, sehingga memberikan penyegelan yang baik pada aplikasi.
Tingkat viskositas yang tinggi dapat memberikan penyegelan yang baik dan pelumasan yang tepat, namun jangan sampai dapat menyebabkan penurunan tekanan yang signifikan, penurunan efisiensi sistem, atau konsumsi daya yang tinggi.
Viskositas adalah ukuran resistensi cairan untuk mengalir. Semakin tinggi viskositas, semakin besar pula perlawanan mengalirnya. Semakin rendah viskositas, semakin rendah resistensi / hambatan untuk mengalir.
Viskositas sebuah cairan atau pelumas dipengaruhi oleh suhu. Semakin naik suhu cairan itu, maka viskositas menurun. Sebaliknya, penurunan suhu cairan, viskositasnya meningkat.
Dengan dasar  itu sangat penting untuk memperhitungkan perubahan viskositas cairan hidrolik yang akan terjadi karena perubahan suhu oli hidrolik.
Produsen terkadang akan memberikan data viskositas oli pada beberapa suhu operasional. Maka teknisi aplikasi harus memperhatikan bagaimana kinerja optimal oli hidrolik tersebut pada suhu operasional aplikasi.
 Jika pada suhu operasional ternyata viskositasnya terlalu dapat menyebabkankebocoran pada sistem, peningkatan keausan, mengurangi pompa efisiensi, kurangnya kontrol positif, dan hilangnya tekanan. Namun jika pada suhu operasional, oli hidrolik memiliki viskositas terlalu tinggi akan menyebabkan system jadi berat, kinerja lamban, efisiensi pompa rendah, konsumsi energy yang boros dan peningkatan suhu operasi.
Perbedaan oli hidraulik oli mesin Klik Disini
Fungsi Oli Hidrolik Klik DISINI
pengertian viskositas dan pour point Klik Disini

  • Kualitas  pelumasan yang baik
  • Tingkat pelumasan adalah ukuran kemampuan cairan untuk membawa beban yang tinggi dengan tetap menjaga tingkat gesekan yang rendah. Banyak faktor yang mempengaruhi pelumasan cairan, termasuk viskositasnya.
Secara umum, lebih tinggi viskositas sebuah pelumas, kemampuan beban dayanya juga lebih besar. Namun, banyak faktor lain mempengaruhi pelumas dalam kemampuannya membawa beban. Untuk alasan praktis ini, kita hanya akan mengacu pada faktor-faktor ini sebagai alat bantu pelumasan. Semakin baik tingkat pelumasan, kinerja sistem operasi dapat meningkat.
Sistem aplikasi hidrolik yang beroperasi pada tekanan tinggi, misalnya lebih besar dari beberapa ratus PSI (pound per square inch) membutuhkan penggabungan additive oli yang efektif pada anti aus dan anti pressure untuk menjaga ketahanan gesekan dan kinerja yang optimal.

  • Viskositas indeks yang tinggi

Viskositas ideks merupakan ukuran tingkat perubahan viskositas sebuah pelumas sebagai dampak dari perubahan suhu terjadi. Semakin tinggi viskositas indeks, maka semakin baik dalam konsistensi viskositasnya sehingga tidak mengalami perubahan viskositas yang drastis saat perubahan suhu yang ekstrim. Viscosity Index menjadi faktor penting dalam kinerja cairan hidrolik ketika ada fluktuasi suhu dalam pelumas.

  • Kompatibel dengan sistem

Kompatibilitas dari pelumas hidrolik dengan komponen sistem sangat penting. Pelumas hidrolik dapat bereaksi terhadap material konstruksi aplikasi dan harus kompatibel dengan system seal. Karena beberapa material seal tidak kompatibel dengan type pelumas.

CV.Surya Gemilangf Mandiri
Tlp/WA: 087796403692
Email : suryagemilangmandiri@yahoo.com

produk

Popular Posts