chat

Distributor pelumas / Oli shell pertamina untuk hidraulik di bekasi

Tipe Oli Hidrolik


       Salah satu fungsi oli hidrolik adalah memidahkan tenaga dari satu area ke area yang lainnya. Pemilihan oli hidrolik yang tepat harus tergantung kepada aplikasi dan kondisi operasi. Berikut tipe-tipe oli hidrolik yang digunakan pada sistem hidrolik :


Petroleum oil

          Semua petroleum oil akan menjadi encer ketika temperatur meningkat dan menjadi kental ketika temperatur turun. Jika kekentalan terlalu rendah, kebocoran yang besar dapat terjadi pada seal dan sambungan. Jika Viscosity terlalu tinggi, operasi unit akan terasa berat dan tambahan tenaga dibutuhkan untuk mendorong oli menuju sistem.

Viscosity dari petroleum oli ditentukan dengan nomor Society of Automotive Engineers (SAE) seperti: 5W, 10W, 20W, 30W, 40W, dsb. Semakin rendah nomornya, semakin baik oli tersebut mengalir pada temperatur rendah.

Semakin tinggi nomornya, semakin kental oli dan lebih cocok dipakai temperatur pada temperatur tinggi. Kekentalan dengan standard ISO menggunakan satuan mm2/S, disebut juga centiStokes (cSt).


Oli sintetis

          Sintetis oli dibuat dengan proses reaksi kimia beberapa bahan dengan komposisi tertentu untuk menghasilkan campuran yang direncanakan dan bahan dasar yang

dapat dipresiksi. Sintetis oli secara spesifik dicampur untuk kondisi operasi yang pada temperatur dingin dan panas yang extrim.


Fluida tahan api

          Terdapat tiga tipe dasar fluida anti terbakar (fire resistant fluida): water-glycol, water-oli emulsion dan sintetis. Digunakan pada situasi yang memiliki resiko kebakaran tinggi seperti pada underground mining, pengolahan baja dan sumur minyak.


Water-glycol 
mengandung 35% hingga 50% air, glycol (bahan kimia sintetis mirip dengan anti-freeze) dan water thickener. Additive ditambahkan untuk meningkatkan pelumasan, pencegah karat, korosi dan buih (foam). Fluida water-glycol lebih berat dari oli dan dapat menyebabkan kavitasi pompa. (pembentukan dan pecahnya gelembung uap pada oli hidrolik), menyebabkan erosi dan pitting pada permukaan metal saat kecepatan tinggi. Fluida ini akan bereaksi dengan berbagai logam dan tidak dapat digunakan bersama-sama dengan beberapa tipe cat.


Water-oli emulsion 
Water-oli emulsion merupakan fluida tahan api yang paling murah. Hampir sama yaitu sekitar (40%) air digunakan seperti pada fluida water-glycol untuk mencegah kebakaran. Water-oli dapat digunakan pada oli sistem yang umum. Additive dapat ditambahkan untuk mencegah karat dan terbentuknya buih.



Pemeliharaan Cairan Hidrolik

          Agar unit atau peralatan yang menggunakan sistem hidrolik bekerja sengan baik dan optimal, maka sangat perlu untuk merawat komponen-komponennya. Cairan hidrolik adalah salah satu bagian penting dari sistem hidrolik, adapun cara pemeliharaan cairan hidrolik yakni :

(1) Cara menyimpan dan memindahkan.

- Simpanlah drum cairan hidrolik di bawah atap

- Sebelum membuka drum bersihkan bagian atas agar kotoran tidak masuk

- Guanakan girigen (wadah) dan slang yang bersih. Serta menyaring oli                    terlebih dahulu sebelum memasukkan ke dalam reservoir.

- Pelihara dari kelembaman dan pencemaran oleh pengembunan


(2) Cara memelihara oli waktu bekerja

- Cegah pencemaran oli dengan menjaga dari gaian-bagian rangkaian tetap    terpasang kuat dan sistem saringan yang baik.

- Jadwalkan penggantian oli agar oli diganti sebelum rusak total


Komponen Sistem Hidrolik



Hidrolik menurut “bahasa greek” berasal dari kata hydro” = air dan “aulos” = pipa. Jadi hidrolik bisa diartikan suatu alat yang bekerjanya berdasarkan air dalam pipa. Sehingga dapat disimpulkan bahwa sistem hidrolik adalah suatu sistem yang menggunakan liquid (cairan hidrolik) yang mengalir dalam pipa / selang untuk meneruskan tenaga / daya.

Prinsip yang digunakan pada sistem hidrolik adalah Hukum Pascal, yaitu : benda cair yang ada di ruang tertutup apabila diberi tekanan, maka tekanan tersebut akan dilanjutnya ke segala arah dengan sama besar.

Adapun Komponen sistem hidrolik secara umum terdiri dari :
o Unit tenaga (Power Pack), yang meliputi: Penggerak mula, Pompa hidrolik, tangki hidrolik dan katup pengaman.
o Unit penggerak (Actuator), yang banyak dipergunakan adalah silinder hidrolik.
o Unit pengatur (Direction Control Valve)
o Cairan Hidrolik
o Selang / Hose / pipa saluran

Cara kerja Sistem Hidrolik
Sistem hidrolik bekerja dengan mengubah dan mengendalikan energi ketika energi tersebut mengalir dari satu komponen ke komponen berikutnya.
Sistem hidrolik menerima input energi dari suatu sumber, biasanya dari mesin atau putaran roda gigi. Pompa hidrolik mengubah energi mekanik menjadi energi hidrolik dalam bentuk aliran dan tekanan. Control valve bekerja  mengendalikan pengalihan energi hidrolik melalui sistem dengan mengendalikan aliran zat cair dan arahnya. Actuator (silinder atau motor hidrolik) mengubah energi hidrolik menjadi energi mekanis dalam bentuk gerakan linear ataupun putaran, yang dimanfaatkan untuk melakukan pekerjaan.
Untuk melaksanakan kerja hidrolik, dibutuhkan aliran maupun tekanan. Tekanan hidrolik merupakan gaya dan aliran yang akan menyebabkan terjadinya gerakan.

Keuntungan Sistem Hidrolik antara lain :
  • Menghasilkan tenaga yang besar, dengan dimensi peralatan yang kecil
  • Kecepatan gerak yang dapat diatur (bervariasi)
  • Mudah diubah arah gerakannya
Contoh penggunaan sistem hidrolik yaitu :
  • bolduser
  • traktor
  • car lift
  • dongkrak hidrolik
  • dump truck
  • komponen-komponen kendaraan ( power steering, rem )
  • dll.

FUNGSI KOMPONEN-KOMPONEN HIDROLIK

SLANG / PIPA HIDROLIK (Hidraulic Lines)
Saluran hidrolik digunakan untuk menyambung berbagai komponen untuk penyaluran zat cair dalam sebuah sirkuit. Hose / slang digunakan jika dibutuhkan fleksibilitas, seperti jika komponen yang saling bergerak satu sama lain. Hose dapat menyerap getaran dan mampu menahan berbagai tekanan.

TANGKI HIDROLIK (HIDRAULIC TANK)
Fungsi utama dari hydraulic oil tank adalah untuk menyimpan oli dan memastikan bahwa terdapat cukup oli yang dibutuhkan oleh sistem. Komponen dari tangki tersebut adalah :
Fill cap
Penutup ini menjaga agar contaminant tidak masuk lewat bukaan yang dipergunakan untuk mengisi dan menambah oli ke dalam tangki dan menyekat tangki bertekanan.
Sight glass
Gelas pengukur dipergunakan untuk mengukur tinggi permukaan oli menurut petunjuk pengoperasian serta perawatan. Tinggi permukaan oli dianggap sesuai jika oli terlihat berada di tengah gelas pengukur. Ketinggian oli harus diperiksa ketika oli dingin. Lihat spesifikasi dari pembuatnya untuk kesesuaian prosedur tentang bacaan tinggi permukaan oli.
Supply dan return line
Saluran pengisian berfungsi untuk mengalirkan oli dari tangki ke dalam sistem. Sedangkan saluran kembali memungkinkan oli mengalir dari sistem ke tangki.

Drain line
Letaknya pada bagian bawah tangki, lubang drain ini berfungsi untuk drain oli lama dari dalam tangki. Lubang drain ini juga berfungsi untuk menyingkirkan air dan endapan kotoran dari dasar tangki. Kadang drain plug mengandung magnet yang kuat untuk menangkap partikel pada dasar tangki.
Filler Screen
Mencegah contaminant / pencemar berukuran besar masuk ke dalam tangki .
Filler Tube
Mempermudah pengisian tangki sampai pada ketinggian permukaan yang benar, namun tidak kelebihan mengisi.
Baffle
Mencegah pengembalian oli mengalir langsung ke outlet tank , sehingga ada waktu bagi buih untuk naik ke permukaan. Hal ini mencegah oli tumpah sehingga mengurangi foaming / pembuihan oli.
Ecology Drain
Digunakan untuk mencegah tumpahan secara tidak sengaja ketika menyingkirkan air dan endapan dari dalam tangki .
Return Lines
Menyalurkan kembali oli dari sirkuit hidrolik ke dalam tangki.
Return Screen
Mencegah partikel kotoran berukuran besar masuk ke dalam tangki , namun tidak dapat menyaring kotoran yang lebih halus.
Pump Pick-up Lines
Saluran pick-up pump menyalurkan oli ke inlet pump. Pada umumnya, saluran ini tidak menyentuh dasar tangki . Ini mencegah endapan yang ada di dasar tangki turut hanyut ke dalam pompa.

POMPA HIDROLIK (HIDRAULIC PUMP)
Pompa hidrolik mengubah energi mekanik menjadi energi hidrolik. Pompa ini merupakan alat yang mengambil energi dari suatu sumber (misalnya mesin, motor elektrik dan lain-lain) dan mengubah energi tersebut menjadi energi hidrolik.
Fungsi pompa ini adalah untuk memasok sistem hidrolik dengan aliran oli yang mencukupi sehingga sirkuitnya mampu beroperasi pada kecepatan yang benar. Pompa dapat digolongkan menjadi dua jenis yaitu Non positive displacement dan Positive displacement. Contoh jenis pompa yang digunakan pada sistem hidrolik adalah sentrifugal impeller, gear pump, vane pump, piston pump.

ACTUATOR  
Aktuator merupakan komponen output dari sistem hidrolik. Ada dua macam aktuator, yaiturotary actuator yang menyalurkan tenaganya dalam gerakan melingkar atau memutar, danlinear actuator yang menyalurkan tenaganya dalam garis lurus. Contoh actuator linear yaitu selinder hidrolik, sedangkan contoh rotary actuator adalah gear motor, piston motor, vane motor.

DIRECTIONAL CONTROL VALVE
Directional control valve (DCV) digunakan untuk menyalurkan minyak hidrolik ke berbagai sirkuit terpisah dalam sistem hidrolik.

PRESSURE CONTROL VALVE
Pressure control valve juga dikenal dengan nama relief valve. Fungsi relief valve adalah untuk memberi perlindungan atau membatasi tekanan maksimum kepada sistem hidrolik sehingga komponen sistem tidak mengalami malfungsi, macet atau terbakar dan line / saluran zat cair tidak terbakar atau bocor pada persambungan. Relief valve ini bekerja dengan cara memberikan jalan bagi zat cair sistem untuk dibelokkan ke reservoir ketika pengaturan tekanan valve telah dicapai.

FILTER DAN STRAINER
Hydraulic oil filter digunakan untuk menyaring contaminant yang ada di dalam sistem hidrolik.
Filler Screen
Filler screen biasanya terletak pada tabung (tube) pengisi. Filter ini menjaga bahan contaminant / pencemar berukuran besar agar tidak masuk ke dalam tangki ketika penutupnya dibuka.

Strainer
Inlet strainer biasanya dipasang pada bagian dalam reservoir dan dibenamkan dalam oli hidrolik. oli hidrolik mengalir melalui elemen filter. Jika filter terhambat, maka tekanan pada bagian dalam akan turun (pompa mengisap) dan oli dapat mengalir melewati bypass valve.

PENDINGIN / OIL COOLER
Hydraulic oil cooler digunakan untuk mendinginkan minyak hidrolik yang bergerak menyerap dan mengangkut panas yang dihasilkan dari komponen hidrolik seperti silinder dan pompa.
Pendingin dibagi menjadi dua, air cooler dan water cooler.
Air cooler
Dalam air cooler, zat cair dihisap melalui tabung yang memiliki sirip (seperti radiator). Untuk menurunkan panas, ditiupkan udara ke dalam tabung dan sirip melalui fan.
Water cooler
Water cooler terdiri dari beberapa tabung logam yang dilindungi oleh sebuah tabung besar . Dalam pendingin ini, zat cair sistem hidrolik dipompa dan mengalir melalui tabung-tabung kecil dan cairan pendingin melalui sela-sela tabung.

Demikian tentang tipe oli dan pemeliharaan oli hidrolik, semoga bermanfaat.