Pastikan mesin hidrolik Anda bekerja lebih optimal dengan Oli Hidrolik ISO VG 46/68 berkualitas tinggi. Diformulasikan untuk memberikan pelumasan maksimal, melindungi komponen dari keausan, mencegah karat dan korosi, serta menjaga sistem hidrolik tetap bersih dan stabil pada berbagai kondisi kerja.
Cocok digunakan untuk excavator, forklift, crane, mesin industri, dan berbagai peralatan hidrolik lainnya. Pilihan tepat untuk menjaga performa mesin tetap prima dan memperpanjang usia pakai komponen.
Oli Hidrolik Berkualitas – Perlindungan Maksimal, Performa Optimal.
Oli Hidrolik Hydro -H46 adalah pelumas hidrolik yang diformulasikan dari mineral base oil berkualitas tinggi yang memiliki viscosity index yang tinggi dan performance additive yang mengandung logam zinc.
penggunaan OLI HIDROLIK HYDRO H-46 di anjurkan untuk peralatan hidrolik dengan komponen yang di lapisi perak.
HYDROLUBE H-32 adalah oli hidraulik premium yang dirancang untuk digunakan di semua jenis sistem hidraulik yang mampu menghambat oksidasi untuk membantu mencegah pembentukan asam dan memberikan kelancaran pengoperasian hidraulik
Oli Hidrolik HYDROLUBE H-32
DISTRIBUTOR OLI
ISO VG 68 merupakanl viskositas yang sangat baik saat berada di bawah tekanan tingkat tinggi dan pada rentang suhu yang luas. Oli hidrolikHYDROLUBE H-32 paling umum digunakan untuk semua jenis hidrolik.
Oli Hidrolik HYDROLUBE H-32
Oli hidrolikHYDROLUBE H-68 adalah jenis oli hidrolik yang digunakan di berbagai industri. Ini adalah minyak yang sangat serbaguna yang dapat digunakan dalam berbagai macam aplikasi. Oli hidrolikHydrolube H-32adalah pilihan tepat untuk berbagai industri karena memiliki tingkat pelumasan yang tinggi. Oli ini juga dapat menahan berbagai suhu, sehingga ideal untuk berbagai aplikasi. Ini juga merupakan pilihan yang bagus untuk berbagai industri karena memiliki tingkat ketahanan yang tinggi terhadap degradasi. Beberapa aplikasi umum oli Hidrolik HYDROLUBE H- 32 adalah: 1.Oli hidrolik HYDROLUBE H-32 digunakan di banyak mesin untuk membantu melindungi sistem hidrolik dari keausan dan korosi sekaligus menyediakan media untuk perpindahan panas . 2. Digunakan sebagai media transmisi daya pada pompa hidrolik. Ini juga digunakan untuk pelumasan dan untuk mendinginkan pompa hidrolik. 3. Digunakan pada peralatan logging karena merupakan minyak non deterjen yang tidak berbusa. 4. Digunakan dalam sistem hidrolik otomotif untuk menyediakan aliran oli yang konsisten ke komponen sistem. Oli membantu melumasi komponen sistem dan menjaganya tetap bekerja dengan baik.
High Performance Hydraulic Fluid, Group II Base Oil Technology, Versatile Applications.
Shell Tellus S2 VX fluids are high performance hydraulic fluids based on Group II base oils that provide outstanding protection and performance across a wide range of temperatures. They resist breakdown under heat or mechanical stress and are ideally suited to most mobile equipment and other applications subjected to a wider range of ambient or operating temperatures.
Performance, Features & Benefits
Long fluid life – maintenance saving. Shell Tellus S2 VX fluids help extend equipment maintenance intervals by resisting thermal and chemical breakdown. This minimizes any harmful sludge formation and provides better reliability and system cleanliness. Shell Tellus S2 VX fluids also have good stability in the presence of moisture, which ensures long fluid life and reduces the risk of corrosion and rusting, particularly in moist or humid environments. Highly shear stable viscosity modifiers help minimize variations in the fluid properties throughout the service life of the fluid.
Outstanding wear protection. Tellus S2 VX is designed to meet the demands of hydraulic systems well in to the future, including enhanced extreme pressure performance in the FZG test (FLS 11 at ISO VG 32). It also demonstrates excellent performance in the tough Denison T6H20C (dry and wet versions) and the demanding Eaton Vickers 35VQ25. Shell Tellus S2 VX fluids can help system components last longer.
Maintaining system efficiency. Excellent filterability and high performance water separation, air release and antifoam characteristics all help contribute to maintaining or enhancing the efficiency of hydraulic systems. Optimization of friction characteristics also helps reduce harmful stick-slip
Pada saat ini excavator merupakan alat berat yang selalu digunakan dalam industri pertambangan. Karena Permintaan pasar yang tinggi maka excavator bekerja bekerja sekitar 19 jam dalam sehari untuk mendukung proses produksi. Maka availability atau kesiapan unit untuk bekerja harus tinggi diatas 90 %. Kerusakan pada excavator harus diminimalkan dengan melakukan perbaikan dan perawatan yang tepat dan cepat. Terjadinya kerusakan pada excavator EX 2500-6 nomor lambung 165 di site KIDECO JAYA AGUNG yaitu terjadinya hydraulic oil overheating yang mendasari penulis untuk mengangkatnya menjadi tugas akhir. Hydraulic oil overheating merupakan kondisi dimana temperatur oli hidrolik melebihi batas maksimal.
Over heating Oli Hidrolik
Hydraulic oil overheating dapat mengakibatkan kerusakan pada komponen sistem hidrolik karena menurunkan kualitas oli hidrolik itu sendiri. Proses perbaikan dilakukan dengan melakukan analisa penyebab overheating pada excavator. Analisa dilakukan pada sistem oil cooler dengan melakukan pengukuran pada konponen - komponennya kemudian diketahui bahwa cooler sebagai penyebab terjadinya overheating. Selanjutnya melakukan analisa pada cooler dan melakukan pembongkaran yang menunjukan bahwa terjadi penyumbatan akibat robekan hose dan slug. Kemudian perbaikan yang harus dilakukan adalah penggantian hose yang sudah rusak dan penggantian cooler. Untuk meminimalkan kemungkinan terjadinya overheating oil hydraulic maka harus dilakukan perawatan pada sistem oil coolernya. Ifo lebih lanjut hubungi Putra Tlp/WA:081388818199
Penggunaan mesin tentu harus diimbangi juga dengan perawatan. Persoalannya kini, bagaimana cara perawatan mesin hidrolik dengan mudah dan tepat? Sebab tidak dapat dipungkiri bahwa intensitas penggunaan pun turut mempengaruhi performa mesin yang semakin menurun.
Cara Perawatan Mesin Hidrolik
Perawatan merupakan hal wajib yang harus dilakukan oleh pengguna demi mencegah berbagai kerusakan kecil maupun besar. Pada umumnya, perawatan yang dilakukan terbagi menjadi mingguan, bulanan, enam bulanan, dan tahunan.
Penggunaan mesin tentu harus diimbangi juga dengan perawatan. Persoalannya kini, bagaimana cara perawatan mesin hidrolik dengan mudah dan tepat? Sebab tidak dapat dipungkiri bahwa intensitas penggunaan pun turut mempengaruhi performa mesin yang semakin menurun.
Faktanya, sebagian pengguna mesin masih belum menyadari cara atau kiat-kiat perawatan secara berkala. Bahkan, beberapa diantaranya mengaku malas. Bukankah hal tersebut justru menjadi bumerang tersendiri bagi penggun
Perawatan Harian
Sebelum memuali mengoperasikan mesin, jangan lupa untuk lakukan beberapa perawatan berikut ini;
1. Periksa level minyak di tangki, lakukan pengisian jika perlu sampai mencukupi.
2. Periksa busa di permukaan cairan yang bekerja. Tentukan warna cairan, apakah itu udara dan air.
3. Deteksi kebocoran di saluran air dan koneksi. Hilangkan sebelum mulai mengoperasikan mesin.
4. Periksa sesuai indikasi indikator tingkat kontaminasi filter. Jika sudah tidak memadai, segera ganti elemen filter.
5. Periksa pengoperasian sistem stabilisasi suhu.
6. Periksa tegangan suplai elektromagnet dari perangkat kontrol.
7. Periksa pengaturan katup pada pengukur tekanan dan sesuaikan tekanan di berbagai bagian sistem hidrolik.
Perawatan Mingguan
Untuk perawatan mingguan, sebaiknya lakukan berikut ini;
1. Periksa level oli pada tangki hidrolik. Lakukan penambahan bila kurang
2. Periksa filter (saringan), regulator (relief valve) dan pressure gauge. Pastikan komponen tersebut dapat bekerja dengan baik.
Caranya? Cukup nyalakan mesin dan lakukan pengoperasian. Bila terjadi gangguan, segera perbaiki komponen yang rusak.
3. Periksa katup. Jika terdapat debu, bersihkan sampai bersih. Jika terdapat goresan atau hal lain yang dapat menimbulkan gangguan, segera perbaiki.
Perawatan Bulanan
Jika sudah masuk periode bulanan, sebaiknya lakukan perawatan berikut ini;
1. Periksa kondisi konektor (pengikat), penghubung (konduktor) yang berupa selang atau pipa, apakah masih berfungsi dengan baik.
2. Jangan lupa untuk periksa kondisi sambungan dengan perapatnya (seal), apakah terdapat kebocoran atau tidak.
3. Lihat juga saluran-saluran pada katup apakah ada kebocoran atau tidak. Bila terjadi kebocoran, betulkan kembali dengan cara menyetelnya.
Periode Enam Bulanan
Berikut beberapa cara perawatan yang dapat anda lakukan ketika memasuki periode enam bulan;
1. Periksa berbagai seal pada komponen seperti pada silinder, motor hidrolik dan komponen lainnya.
2. Lakukan penyetelan pada mur/baut pengikat, penyetelan transmisi seperti belt, kopling dan sebagainya.
3. Periksa bantalan/bearing pada silinder, batang torak, poros motor hidrolik dan sebagainya.
Periode Tahunan
Jika sudah mencapai tahunan, jangan lupa untuk melakukan perawatan dibawah ini;
1. Penggantian oli/cairan hidrolik
2. Flushing oli hidrolik secara menyeluruh pada tangki oli
Turalik 52 ISO VG 68 adalah pelumas hidraulik yang di formulasikan dari base oil yang memiliki viscocity index yang tinggi dan mengandung performance additive yang lengkap untuk memberikan perlindungan terhadap keausan,mencegah terbentuknya busa,serta perlindungan karat dan korosi.
memenuhi persyaratan atau spesifikasi hidrolik industri seperti MAG Cincinati machin.Turalik 52 ISO VG 68 disarankan penggunaanya untuk peralatan hidrolik umum,serta untuk pelumasan system sirkulasi atau sistem bath.pelumas ini tidak di anjurkan untuk melumasi komponen yang di lapisi dengan perak.
- oli hidrolik menyediakan jumlah yang memadai untuk detergents,dispensant dan aditives penahan keausan ( anti wear )untuk melindungi hidrolik sysytem.
- oli hidrolik harus mengandung senyawa zinc setidaknya sebanyak 900 ppm untuk melindungi pompa bertekanan tinggi.
- oli hidrolik standar industri tidak dapat digunakan pada machine caterpilar.
oli standar industri tidak dapat digunakan pada caterpilar karena umumnya oli tersebut tidak mengandung aditive dispersant dan anti wear yang memadai.dua aditive tersebut sangat diperlukan.
- dispersant menjaga agar molekul air yang menjadi kontaminan dalam oli hidroliktetap terpisah untuk menjaga timbulnya lecet dan korosi.
Excavator adalah alat berat yang dipergunakan untuk menggali dan mengangkut suatu material seperti tanah, batubara, pasir dan lain-lain.
Fungsi dari Hydraulic Excavator secara umum adalah mengerjakan kegiatan pertambangan, Pembukaan lahan hutan untuk lahan pertanian, Pembuatan jalan perintis, Pembuatan parit dan saluran irigasi, mengerjakan kegiatan kehutanan, dan lain-lain.
Excavators terdiri dari dua tipe yaitu excavator dengan roda dari ban biasa digunakan untuk jalanan padat dan rata disebut Wheel Excavator dan ada yang mempunyai roda dari rantai besi / track yang dioperasikan di jalanan yang tidak padat atau mendaki . Excavators jenis ini disebut juga Crawler Excavators.
Tenaga penggerak utama Hydraulic Excavator adalah mesin diesel yang merubah energi mekanik menjadi energi hidraulik melalui tekanan pompa yang kemudian didistribusikan ke silinder hidraulik untuk menghasilkan gerakan tertentu. Sedangkan motor listrik berfungsi untuk menstarter dan menyuplai energi komponen-komponen elektrik seperti dinamo, lampu, alat-alat ukur dan sebagainya.
Secara umum konstruksi Hydraulic Excavator terdiri dari 2 bagian yaitu attachment dan Base Machine. Attachment terdiri dari:
Boomadalah attachment yang menghubungkan base frame ke arm dengan panjang tertentu untuk menjangkau jarak loading/unloading.
Armadalah attachment yang menghubungkan boom ke Bucket.
Bucketadalah attachment yang berhubungan langsung dengan material pada saat loading.
Base Machine terdiri dari:
Base Frameadalah bagian yang terdiri dari cabin, mesin, counter weight dan komponen
lainnya diatas revo frame.
Track Frameadalah komponen yang terdiri dari center frame dan crawler frame yang menjadi tumpuan operasional Hydraulic Excavator.
Track Shoeadalah komponen yang berfungsi seperti roda pada kendaraan, untuk menggerakan Hydraulic Excavator.
Konstruksi Hydraulic Excavator beserta bagian-bagiannya dapat dilihat pada gambar dibawah ini :
Gbr. Hidrolik Excavator Tipe Track
Mekanisme kerja pada Hydraulic Excavator yang digerakkan secara hydraulic adalah:
Mesin Diesel memutar pompa yang kemudian mengalirkan fluida hydraulic dari tangki ke dalam sistem dan kembali lagi ke tangki. Komponen-komponen yang mendapat distribusi fluida hydraulic dan pompa adalah Bucket Cylinder, Arm Cylinder, Boom Cylinder, Swing Motor dan Travel Motor untuk menghasilkan suatu kondisi kerja tertentu.
Jenis gerakan Hydraulic Excavator terdiri atas 6 gerakan, cara kerjanya adalah sbb:
Swing
Swing Hydraulic Excavator berputar sampai360o. Sistem gerakan ini adalah dengan menggerakan lever yang membuka katup pada Control Valves yang berisi fluida hydraulic sehingga mengalir ke Swing Motor sehingga Hydraulic Excavator akan berputar dengan putaran tertentu.
Traveling Left Shoe
Pergerakan ini dibagi menjadi dua gerakan yaitu gerakan maju dan gerakan mundur yang digerakan oleh katup yang ada di Control Valves. Energi hydraulic dari pompa akan diubah lagi
menjadi energi mekanis melalui Travel Motor. Travel Motor memutar Sprocket selanjutnya menggerakkan Track Shoe sehingga menghasilkan gerakan pada Hydraulic Excavator.
Traveling Right Shoe
Pergerakan ini dibagi menjadi dua gerakan yaitu gerakan maju dan gerakan mundur yang digerakkan oleh katup yang ada di Control Valves. Energi hydraulic dari pompa akan diubah lagi
menjadi energi mekanis melalui Travel Motor. Travel Motor memutar Sprocket selanjutnya menggerakan Track Shoe sehingga menghasilkan gerakan pada Hydraulic Excavator.
Boom (Raise-Down)
Pergerakan Boom dilakukan oleh Boom Cylinder. Sistem gerakan ini dilakukan dengan menggerakkan lever di ruang operator sehingga katup Boom Raise dan katup Boom Dowm
pada Control Valve yang berhubungan dengan Boom Cylinder sehingga membuka. Boom akan melakukan gerakan mengangkat jika katup Boom Raise terbuka sedangkan katup Boom Down
tertutup. Fluida akan mengalir dari katup Boom Raise dan menekan piston dari Cylinder Boom sehingga boom melakukan pergerakan raise-down.
Arm (In-Out)
Pergerakan Arm dilakukan oleh Arm Cylinder. Sistem gerakan ini diatur oleh katup Arm In dan katup Arm Out. Arm akan melakukan gerakan rnengangkat jika katup Arm out terbuka sedangkan katup Arm In tertutup. Fluida akan mengalir dari katup Arm Out dan menekan piston Arm Cylinder. Sedangkan untuk gerakan Arm turun, kondisi katup arm in dan arm out berlaku sebaliknya.
Bucket (Crawl-Dump)
Pergerakan Bucket dilakukan oleh Bucket Cylinder. Sistem gerakan ini diatur oleh pergerakan katup Bucket Crawl dan katup Bucket Dump. Bucket akan melakukan gerakan mengangkat (dump) jika katup Bucket dump terbuka sedangkan katup Bucket Crawl tertutup. Pada saat itu, fluida akan mengalir dari katup Bucket dump dan menekan piston Bucket Cylinder. Sedangkan gerakan Bucket menekuk (crawl) kondisi katup bucket crawl dan katup bucket dump adalah sebaliknya.
RANGKAIN HIDROLIK TRAVEL MOTOR
Demikian pembahasan excavator hidrolik, semoga bermanfaat. untuk memenuhi kebutuhan oli hidraulik hubungi : CV.Surya Gemilang Mandiri Tlp/WA: 085226231890